Jelajahi Jember dalam 1 hari anda!

10/19/2011

Dibalik Perintah Menutup Aurat

Perintah Menutup Aurat Meninggikan Derajat Wanita (Mengilhami demo anti kekerasan seksual depan Bundaran HI)

    Aurat adalah anggota badan yang wajib disembunyikan dan ditutup serta haram bagi yang bukan muhrim melihatnya. Adakalanya bagi wanita, aurat yang harus ditutup adalah dari ujung rambut hingga mata kaki kecuali muka dan kedua telapak tangan. Sesuai dengan firman Allah, 
"Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenal sehingga mereka tidak diganggu."
    (Q.S. Al Ahzab [33]: 59).

     Sesuai dengan dalil di atas, perintah untuk menutup aurat bagi wanita hukumnya wajib sejak mereka baligh. Para wanita yang telah menutup auratnya akan mudah dikenali identitas keislamannya. Selain itu pemakaian jilbab akan melindungi wanita dari para lelaki iseng karena dengan aurat yang tertutup, akan dapat menjauhkan diri dari kesan seksi dan menarik perhatian, sehingga lelaki akan segan untuk mengganggu wanita, sebaliknya mereka malah akan menghormati kita, karena dengan melihat jilbab kita berarti kita mengingatkan mereka akan Allah.
     Sebenarnya Islam adalah agama yang sangat menghargai hak-hak asasi wanita. sehingga turunlah dalil di atas. Wanita menutup aurat juga untuk keselamatan dan kepentingannya sendiri. Karena harga diri seorang wanita terletak pada kesucian wanita itu sendiri menjaga dirinya dari pelecehan seksualitas, pemerkosaan dan semacamnya. Sehingga jika ada wanita yang masih saja beralasan menolak untuk mengenakan jilbab, maka wanita tersebut sebenarnya telah menolak dirinya dari keselamatan dan untuk memperoleh derajat yang tinggi. 
       Bagaimana tidak, sekarang ini banyak wanita yang semakin gencar menolak ajakan untuk menutup aurat. Salah satunya seperti yang terjadi pada peristiwa akhir-akhir ini pada tanggal 18 september 2011 di bundaran HI, Jakarta. Demo ini merupakan ujung dari kasus pemerkosaan yang terjadi di angkot lalu. Beberapa wanita telah melancarkan aksi demo menolak tanggapan seorang pejabat bahwa wanita yang tak menutup auratnya, bahkan memakai rok mini tidak pantas disalahkan akan adanya kasus pelecehan seksual. Mereka berpendapat bahwa pelecehan terjadi karena otak kotor pria atau pemerkosa, bukan dari pihak wanita yang berdasarkan cara berpakaian mereka. Naudzubilah.... Ironisnya para wanita pendemo ini berdemo dengan mengenakan pakaian minim seperti rok mini, tanktop, hot pants, dan baju ketat seolah-olah melegalkan cara berpakaian mereka tidak ada yang patut dipersalahkan. 
     Wanita-wanita tersebut ingin dihormati, namun saat disarankan untuk menutup aurat mereka menolaknya. Wanita-wanita itulah yang menjadi calon penghuni neraka. Jadi siapa yang salah? Apa memang benar otak lelaki yang pantas dipersalahkan? 
      Otak lelaki memang pada dasarnya diciptakan untuk peka terhadap hal-hal yang berbau seksual. Sehingga jika kaum pria ini melihat atau mendengar obyek-obyek yang menimbulkan hasrat seksual, maka syahwat mereka akan muncul, jika tidak dapat dikendalikan maka muncullah kasus-kasus pelecehan seperti yang marak terjadi di sekitar masyarakat ini. 
   Sesuai dengan kata Bang Napi "Kejahatan muncul bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, namun juga karena ada kesempatan. Waspadalah.... Waspadalah" . Dengan demikian yang patut disalahkan sebenarnya bukan hanya pelaku pelecehan seksual saja namun juga pemicu tindakan tersebut, yang tak lain adalah wanita. Dan wanita yang baik dan mampu menjaga harga dirinya adalah wanita yang mau menutup aurat agar tidak menimbulkan tindakan maksiat yang dibenci Allah SWT. 
    Bagaimana? Wanita-wanita muslim, apakah masih ragu untuk berjilbab? =)


0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Your Pasif Income

Adsense Indonesia

Domain & Hosting mulai 30rb, Click disini! (The cheapest Domain & Hosting)

hosting