Jelajahi Jember dalam 1 hari anda!

10/07/2011

Fenomena Remaja Tentang Trend Pacaran

Fenomena Pacaran yang Dianggap Umum
   Akhir-akhir ini fenomena remaja semakin marak menjadi berita hangat dimana-mana. Mulai dari kasus pemerkosaan, penganiayaan, pacaran, hamil luar nikah, free sex, narkoba, tawuran, dsb. Hal ini mulai menggelisahkan para orang tua yang semakin was-was atas keselamatan putra-putrinya dalam pergaulan. Mengingat remaja adalah sosok yang mudah berubah pendirian. Remaja masih butuh motivasi yang baik karena remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa yang masih mencari-cari identitasnya atau jati dirinya sendiri. Sehingga apa yang diketahui dan didengarnya jika tidak diberi arahan yang baik oleh orang tua maka akan menjadi sebuah panutan yang salah yang nantinya akan diterapkan di kehidupan sehari-hari mereka dalam berinteraksi dengan orang lain. Jika hal itu tidak dapat diatasi maka muncullah fenomena-fenomena remaja yang salah, salah satunya adalah pacaran.
   Banyak orang mendefinisikan pacaran sebagai cara untuk mengungkapkan kasih sayang atau kerinduan kepada kekasih yang dicintai. Juga ada yang mendefinisikan bahwa pacaran adalah jalan untuk saling mengetahui satu sama lain sebelum menuju ke jenjang pernikahan. Ya, bermacam-macam. Namun yang terjadi dalam pacaran itu sendiri sebenarnya adalah aktivitas atau kegiatan dimana laki-laki dan perempuan saling berdua-duaan atau berkhalwat baik melalui pandangan, sentuhan, perkataan maupun dalam hati atau angan-angan. Dampak inilah yang nantinya akan menuju ke dalam jurang kemaksiatan. Bahwasanya diantara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim diantaranya atau yang ketiga adalah syetan. Syetan tak akan jera untuk menggoda sepasang kekasih yang bukan muhrim untuk berbuat maksiat.
   Anehnya, fenomena pacaran sekarang ini sudah bukan hal yang tabu lagi, malah merupakan sebuah kebanggaan tersendiri jika seorang remaja berhasil mendapatkan seorang pacar, apalagi jika pacarnya itu idaman remaja lainnya yang berparas tampan atau cantik. Bisa-bisa pacaran akan menjadi ajang gengsi dan pamer. Sebaliknya, bagi seorang muslim yang benar-benar menjaga diri dari aktivitas pacaran malah menjadi bahan ejekan. Mereka mengatakan bahwa hal tersebut adalah kuno, tidak gaul, jadul, sok alim, sok suci dan sebagainya. Apalagi sekarang banyak orang tua yang bingung jika putra-putrinya yang sudah remaja belum memiliki pacar. Padahal anggapan tersebut sepenuhnya salah. Bahwa dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran. Hanya saja banyak yang menyeret kaidah islam ke dalam lingkup sekuler, sehingga timbullah istilah pacaran islami, pacaran halal dan pacaran yang baik. Sungguh ironis sekali fakta di negeri ini.
   Ternyata seiring berkembangnya jaman seiring pula dengan kebobrokan moral. Membuat segalanya dekat kepada kebebasan dan tidak mau terikat akan norma-norma ketimuran dan keislaman yang berlaku. Begitu juga dengan fenomena pacaran di kalangan remaja yang sekarang sudah semakin 'berani'. Berani bermesraan di depan umum, berdua-duaan, bergandengan, saling memeluk, bahkan berciuman. Naudzubillah Himindalik. Hal tersebut dapat terjadi karena disebabkan oleh banyak faktor diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Kurangnya pengetahuan atau bekal agama yang kuat. 
  2. Kurangnya perhatian orang tua.
  3. Kurangnya kontrol orang tua terhadap media-media yang mendukung
  4. Gaya hidup masyarakat yang semakin bebas dan sekuler
  5. Kurangnya pendidikan tentang akhlak dan karakter di lembaga pendidikan  
  6. Tidak adanya sanksi atau penegasan terhadap pelaku  
   Beberapa hal di ataslah yang patut kita perhatikan dan perbaiki agar fenomena pacaran ini dapat diatasi. Karena jika hal ini dibiarkan terus-menerus negara Indonesia yang dulunya sangat menjunjung adab ketimuran, norma dan sopan santun serta bernafaskan Islami nantinya akan tergantikan dengan gaya hidup pacaran anak muda. Bahkan hal tersebut akan membuat remaja semakin tidak punya malu lagi untuk bermesraan dan menunjukkan rasa cinta serta kasih sayangnya di depan umum. Gaya anak muda jaman sekarang adalah saing berkirim SMS berkasih-sayang, chatting mesra, kencan, boncengan, dll. Hubungan pacaran remaja jaman sekarang mayoritas sudah seperti hubungan layaknya suami istri. Bahkan ada istilah perselingkuhan dalam pacaran. Jika salah satu pihak yang diselingkuhi tidak terima, maka terjadilah kekerasan. Maka dari itu ujung dari hubungan pacaran sebenarnya banyak membawa kemudhorotan daripada sisi positifnya bagi kita. Bukannya malah mendekatkan diri pada Allah, namun malah menggiring kita ke lembah kemaksiatan.
   Wahai para pemuda dan pemudi, janganlah khawatir akan kehilangan rasa cinta dan kasih sayang. Karena sesungguhnya cinta dan kasih sayang yang hakiki adalah kasih sayang kita kepada Allah SWT. Hanya kasih sayangnyalah yang takkan membuat hati kita bernoda dosa dan tersakiti, justru kasih Allah akan semakin membuat kita berpendirian kuat, bertaqwa dan semakin teguh iman kita. Janganlah khawatir, suatu hari cinta yang sebenarnya adalah dalam sebuah pernikahan yang suci yang diridhai Allah SWT.
   Setiap makhluk yang bernyawa akan mati. Dunia adalah kehidupan yang fana dan sementara. Dan segala sesuatu yang kita perbuat adalah pertanggung jawaban kelak. Maka jagalah hati, lisan dan fikiran kita untuk senantiasa slalu berbuat kebajikan demi kasih cinta kita kepada Allah SWT sebagai hambanya. =)
  

0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Your Pasif Income

Adsense Indonesia

Domain & Hosting mulai 30rb, Click disini! (The cheapest Domain & Hosting)

hosting