Jelajahi Jember dalam 1 hari anda!

11/07/2011

Pelatihan Kewirausahaan Fakultas Sastra

Entrepreneurship sebagai Bekal Masa Depan 

 


    Sejak dulu pelajar Indonesia dididik dan dilatih untuk menjadi pelajar yang tangguh mulai SD, SMP, SMA bahkan sampai ke jenjang perguruan tinggi, setelah itu mereka harus mengikuti alur tradisi masyarakat Indonesia yaitu melamar kerja, mendapat kerja, menikah lalu bekerja sampai pensiun, dan seterusnya. Kita memang sudah lama telah tersetting untuk melakukan tahap-tahap seperti hal tersebut agar mendapat anggapan positif dari masyarakat agar kita bisa naik derajat dan dianggap orang sukses. Yang menjadi pokok masalah sekarang adalah, apakah kesuksesan karir anda berada pada ijasah dan lamaran kerja saja? Bisakah anda bertindak tanpa menjadi pelamar kerja? Bisakah anda menciptakan lapangan kerja??
    Solusi dari masalah tersebut mungkin bisa anda temukan dalam program Entrepreneurship. Ya, sekarang orang mulai sadar bahwa untuk menjadi sukses tak harus mengandalkan ijasah atau lamaran kerja mereka, namun ternyata tanpa ijasah pun mereka bisa menjadi seorang milyader. Solusi tersebut adalah dengan bergelut di dunia kewirausahaan
    Seperti program kewirausahaan yang telah diadakan oleh Fakultas Sastra Universitas Jember pada akhir Oktober-Nopember ini, pihak universitas telah mengajak para mahasiswa untuk aktif dan termotivasi untuk bergelut di dunia kewirausahaan. Mengingat tahun belakangan ini, lulusan sarjana banyak yang mengalami masalah pengangguran. Dan pengangguran ini akan terus bertambah jumlahnya jika calon lulusan tidak dibekali dengan keahlian berwirausaha. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini setelah mahasiswa lulus nanti, mereka dapat mengolah usahanya sendiri tanpa menggantungkan diri pada instansi pembuka lowongan kerja.
    Acara ini diselenggarakan pada tanggal 18 Oktober-9 Nopember dengan jadwal dua kali seminggu, yaitu satu kali teori dan satu kali praktik pada tiap minggunya. Acara ini disambut dengan begitu banyaknya antusias mahasiswa melalui banyaknya jumlah pendaftar. Mengingat pendaftar tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis.
   Untuk pemberian teori diberikan langsung oleh Bpk. Hari Kresna, selaku dosen fakultas Sastra universitas Jember yang telah berpengalaman memberikan pelatihan kewirausahaan kepada banyak orang. Serta dipandu oleh Bpk. Hadiri, Bpk. Satiman dan Bpk. Syamsul Anam, selaku dekan fakultas Sastra. Sedangkan untuk kegiatan praktik lapangannya, mahasiswa akan mengunjungi beberapa rumah produksi dari beberapa pengusaha yang ada di wilayah Jember, diantaranya adalah Bpk. Heru, Bpk. Nasir, Bpk. Rudi, Bpk. Heriono dan Bpk. Budi. Mereka adalah beberapa pengusaha sukses yang menjalankan usahanya dari nol dengan latar belakang yang berbeda-beda.
     Pada pekan pertama, mahasiswa berkunjung ke Maesan, dimana mereka ditunjukkan lahan budidaya tanaman lidah mertua milik Bpk. Nasir. Bahwa ternyata tanaman yang tumbuh di depan-depan rumah itu merupakan komoditi ekspor yang besar. Lidah mertua mampu memenuhi pangsa pasar luar negeri sebagai tanaman anti-polutan yang mampu menyerap polusi udara dan zat-zat kimia yang sangat membahayakan lingkungan. Dan permintaan luar negeri sangat besar akan tanaman ini, namun tidak dapat langsung terpenuhi. Karena lidah mertua hanya bisa tumbuh di daerah tropis, terutama Indonesia. Sehingga hal ini merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk menjadikannya sebagai produk ekspor.
      Berikutnya dari Maesan rombongan akan menuju ke kediaman pengusaha buah dan jamur di daerah Gebang. Di sana mahasiswa akan mengetahui bagaimana budidaya jamur serta pengelolaan usaha ekspor buah-buahan. Untuk usaha buah ternyata pengusaha tersebut bekerja sama dengan para petani untuk memenuhi pesanan luar negeri seperti Malaisya dan Singapura. Setelah 10 tahun sukses dengan usahaa buahnya, beliau mengembangkan usaahanya ke budidaya jamur. Budidaya ini juga menjanjikan keuntungan yang menggiurkan, karena masyarakat sekarang memiliki minat yang besar terhadap jamur sebagai sumber makanan. Bahkan di sana mereka juga berkesempatan mencoba cara budidayanya serta wawancara langsung dengan para pekerjanya.
     Praktik lapangan kedua, rombongan fakultas Sastra akan berkunjung ke daerah Jember Selatan, yaitu Balung dan Jenggawah. Untuk wilayah Balung, ada tiga tempat yang akan dikunjungi. Pertama adalah usaha kerajinan kayu yang dirintis sejak tahun 1997. Barang hasil produksinya berupa topeng, jimbe, kursi, guci, meja dan lainnya yang terbuat dari kayu ukiran. Produk ini adalah produk yang biasa dijual di daerah wisata, terutama Bali. Kedua adalah usaha peralatan masak dari kayu, mengingat kayu adalah bahan yang ramah lingkungan seperti cobek, sendok, piring, garpu, mangkok, dll. Hebatnya semua adalah buatan tangan dari kayu aren. Produk ini juga dikirim ke daerah wisata seperti Jogya, Solo, Semarang dan Bali. Yang ketiga adalah usaha souvenir manik-manik. Manik-manik ini sangat unik, karena bahannya dibuat dari buah-buahan alam, fiber, kayu dan bahkan dari tulang. Bahan-bahan tersebut kemudian dirangkai bisa berupa kalung, gelak, sabuk atau gantungan kunci sehingga mempunyai nilai yang lebih tinggi. Hasil produksi tersebut juga dikirim ke Bali.
     Setelah berkutat di Balung, perjalanan dilanjutkan ke daerah Jenggawah. Kali ini yang disoroti adalah usaha kuliner pia. Pia adalah kue khas Jogja yang berbentuk bulat atau kotak yang didalamnya terdapat bahan isi bermacam-macam, seperti keju, coklat, kacang hijau dan kombinasi. Usaha ini milik Bpk. H. Rudi. Beliau adalah pengusaha tunggal yang kini usahanya berkembang menjadi empat cabang, yaitu pertama di Jember, Samarinda, Bali dan Lombok. Beliau berasal dari latar pendidikan yang berbeda yaitu SMA. Berbekal ketekunan, kerja keras dan semangatnya dalam berwirausaha kini beliau telah menjadi pengusaha dengan omset ratusan juta per bulan hanya dari sebuah kue pia kecil seharga 500 perak. Benar-benar luar biasa. 
     Pada pekan keempat, setelah praktik lapangan, mahasiswa harus membuat sebuah rencana bisnis dari setiap individu serta membuat laporan dari hasil praktik lapangan tersebut untuk mendapatkan sertifikat dari fakultas sebagai keikutsertaan mereka dalam program kewirausprogram fakultas sastra,ahaan ini.
    Kita sebagai mahasiswa universitas Jember patutlah bangga jika pihak universitas telah berkenan memberikan pelatihan kewirausahaan tersebut. Sehingga pola pikir mahasiswa juga akan berubah dari yang semula sekolah, kuliah dan melamar kerja menjadi sekolah, kuliah dan membuka lapangan kerja. Demi tercapainya tujuan untuk mengurangi pengangguran serta menambah pengusaha-pengusaha muda sukses calon penggerak kemajuan negara. Semoga acara tersebut bermanfaat dan berguna bagi masa depan kita. Serta terima kasih kepada pihak fakultas Sastra Universitas Jember atas dukungannya.

Tags : Kewirausahaan, pengusaha sukses, tips berwirausaha,  universitas jember, program wirausaha, wirausaha sukses, pengusaha muda, entrepreneurship

0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Your Pasif Income

Adsense Indonesia

Domain & Hosting mulai 30rb, Click disini! (The cheapest Domain & Hosting)

hosting