Jelajahi Jember dalam 1 hari anda!

11/22/2011

UNEJ menuju World Class University

World Class University Telah diambang Pintu 

    WCU atau World Class University adalah bentuk kerjasama yang telah disepakati oleh pihak Indonesia dan Amerika Serikat melalui kerjasama partnership dalam bidang pendidikan. AS menawarkan kepada Indonesia agar seluruh universitas di Indonesia berstandartkan level internasional sesuai standart luar negeri, tentunya yang telah ditentukan AS sendiri. Di dalam WCU ini nantinya akan mewajibkan sebuah universitas paling tidak 30 % mahasiswanya adalah mahasiswa asing dan sisanya mahasiswa dalam negeri. Sehingga akan tercipta culturalisme dan pembauran secara mengglobal yang akan terjadi dengan amat cepat. WCU tentu saja dilengkapi dengan fasilitas pengajaran yang lebih canggih dan sesuai standart, bahasa yang akan digunakan pun tentu saja memakai bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Sehingga para dosen dan staf pengajar juga harus meningkatkan kualitas mengajar mereka agar lagi-lagi sesuai standart internasional. Ha ini akan membuat persaingan antar mahasiswa semakin kuat, karena mahasiswa Indonesia sendiri harus bersaing dengan mahasiswa asing. Mengingat WCU ini diterapkan memang untuk mencetak mahasiswa-mahasiswa yang berkualitas unggul yang nantinya akan bekerja di perusahaan asing baik yang ada di dalam negeri ataupun luar negeri. Jadi dengan kata lain tenaga dan pemikir-pemikir yang ada di Indonesia sudah dibooking terlebih dahulu untuk menjadi pekerja di perusahaan-perusahaan asing.
     WCU ini sebenarnya adalah program yang sudah lama direncanakan secara berthap selama bertahun-tahun. Jadi Amerika Serikat sudah mempersiapkan penjajahan secara pelan-pelan melalui pendidikan Indonesia dengan persiapan matang dan jauh-jauh hari. Mereka berencaan untuk menjadikan pendidikan di Indoneisa sebagai komoditi perdagangan atau salah satu bisnis. Maka tak heran sejak beberapa tahun terakhir mulai mucul sekolah-sekolah yang berstandartkan internasional seperti SD, SMP dan SMP bertaraf SBI dan RSBI. Sehingga membuat biaya sekolah pun semakin mahal. Gurunya menjadi kebingungan mengajar karena harus memakai bahasa inggris sebagai bahasa pengantar di kelas serta siswanya pun juga semakin dituntut untuk lebih dapat bersaing dengan siswa lainnya. Buku-buku pelajaran pun telah diganti menjadi buku billingual yang berisikan terjemahan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Selain itu juga muncullah lembaga-lembaga bimbingan swasta yang menawarkan program pengajaran terbaik mereka agar siswa mampu mengikuti ketatnya persaingan dalam kelas, terutama bimbel bahasa Inggrislah yang sekarang paling digandrungi masyarakat. Dan meskipun mahal orang tua mengusahakan agar anak-anaknya bisa mendapatkan buku, bisa mengikuti bimbel yang berkualitas atau mendatangkan guru les privat demi mengejar persaingan yang semakin menuntut hasil memuaskan itu. Ya, Indonesia sekarang ini dalam masa menuju negara kapitalisme dan liberalisme. Tampaknya segala sesuatu menjadi semakin komersil. Segalanya butuh uang banyak. Sehingga tak jarang juga terjadi penyimpangan-penyimpangan oleh pelaku pendidik. Contohnya saja ketika dosen harus mengajar mereka absen demi mengerjakan proyek yang lebih menawarkan keuntungan yang menggiurkan daripada mengajar para mahasiswanya di kampus. Kalau sudah seperti ini tiap pengajar sudah tidak bisa berkonsentrasi lagi untuk memajukan dan memperhatikan pendidikan para siswanya, namun lebih bersikap individualis untuk mengurusi kepentingan probadinya sendiri. Lalu, mau jadi apa pendidikan di Indonesia ini???
       Fakta ternyata telah berbicara bahwa sekarang negara Amerika Serikat dan Eropa tengah mengalami krisis ekonomi yang sangat parah serta nominal hutang yang amat besar sepanjang sejarah. Hal itu tentu saja membuat presiden Obama kebingungan dan mulai memikirkan potensi negara-negara Asia yang mayoritas negaranya memiliki populasi penduduk terbesar. Ya, Asia adalah pasar yang sangat menggiurkan. Tidak hanya kaya akan jumlah penduduknya saja, namun juga kaya akan sumber daya alamnya. Inilah yang menyebabkan presiden Obama dalam satu tahun ini bisa berkunjung ke Indonesia untuk bertemu dengan presiden SBY lebih dari satu kali. Mengherankan memang, presiden AS tersebut sebenarnya mendapatkan jadwal hanya sekali untuk datang ke Indonesia. Tapi untuk tahun ini dia bisa datang lebih dari satu kali dengan alasan untuk mengadakan perjanjian partnership dengan Indonesia. Lebih parahnya lagi kedatangannya disambut hangat oleh presiden sehingga ditandatanganilah perjanjian partnership tersebut, yang berarti bahwa Indonesia telah mengikatkan diri untuk bekerja sama dengan pihak Amerika dalam segala bidang. Baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, perbankan, militer, industtri, perdagangan, dsb. 
    Salah satu bentuk perealisasian perjanjian tersebut dalam bidang pendidikan adalah munculnya program pertukaran pelajar Indonesia-Amerika serta program beasiswa kuliah di Amerika secara gratis. Tentu saja mahasiswa yang tak tahu-menahu akan hal ini akan sangat disilaukan dengan fasilitas yang ditawarkan, apalagi dengan embel-embel gratis tis tis! Sudah tak dipungkiri lagi telah banyak mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi ke Amerika. Awalnya mereka bilang setelah studi selesai akan kembali ke negara asalnya lalu mengembangkan keahlian yang dimiliki di Indonesia. Namun ternyata kenyataannya berbeda. Mayoritas mahasiswa yang telah selesai studi di luar negeri malah bekerja di perusahaan asing bahkan menetap di sana. Mereka tidak kembali ke Indonesia lagi. Hal itu dapat terjadi karena selama mahasiswa melakasanakan studi di Amerika, sebenarnya mereka telah diberi gambaran tentang betapa hebatnya Amerika beserta segala kelebihan-kelebihannya yang nantinya akan membuat mahasiswa Indonesia sialu dan bermental ciut. Mereka akan menganggap bahwa AS adalah negara yang sangat besar dan berkuasa sehingga mereka silau dengan kekuasaan AS dibandingkan dengan negaranya sendiri, negara Indonesia. 
     Maka kita sebagai mahasiswa atau generasi penerus bangsa seharusnya memahami hal ini. Memang kita bukan wakil rakyat maupun wakil politik namun setidaknya kita mengetahui fakta dan masalah bangsa dan negara kita saat ini. Karena dari kecil kita lahir dan tumbuh sebagai bangsa Indonesia, seharusnya kita pun selalu bangga akan negara kita sendiri. Dan marilah kita membangun masa depan yang cerah untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada bangsa dan negara serta menolak imperialisme barat yang kini terus menyerang bangsa dan negara kita. Merdeka!!

Tags : world class university, kelas internasional, kerjasama barat, kerjasama luar negeri, kerjasama bilateral, fakta di negara kita

0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Your Pasif Income

Adsense Indonesia

Domain & Hosting mulai 30rb, Click disini! (The cheapest Domain & Hosting)

hosting