Jelajahi Jember dalam 1 hari anda!

12/25/2011

Virus Pragmatisme Mahasiswa

Pragmatisme Mengubah Sudut Pandang Generasi Bangsa

                Ternyata di dunia ini tak hanya virus-virus sejenis AIDS, Demam Berdarah, Cikungunnya, dan virus menular lainnya. Namun virus yang tengah menjangkiti para generasi muda saat ini adalah virus pragmatisme. Apakah virus pragmatisme?? Virus pragmatisme adalah virus penyebab rasa indivualisme meningkat, kepedulian sosial menurun, acuh, menyederhanakan sendi-sendi kehidupan, pudarnya sikap kritis, cenderung terbawa arus, tidak berprinsip serta bertindak semaunya sendiri.
                Sebagai generasi muda di usia produktif yang masih sangat energik, seharunya kita lebih bisa untuk memanfaatkan masa muda kita untuk melakukan hal-hal bermanfaat agar hidup kita lebih berarti karena hidup di dunia hanya sekali dan waktu tidak dapat berputar kembali. Manusia hanya mampu hidup satu kali dan menjalani masa satu kali seumur hidupnya, yaitu lahir, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua dan mati. Namun pernahkan kalian berpikir bahwa nanti kita akan menjalani masa kehidupan yang abadi dan kekal?? Ya, tidak di sini tentunya, tapi di akhirat nanti.
                Pernahkah kalian berpikir apa tujuan kalian hidup? Banyak orang bermimpi untuk mendapatkan predikat muda kaya raya, tua banyak harta dan mati masuk surga. Apakah semudah itu kehidupan manusia? Ternyata tidak! Hidup adalah perjuangan kita sebagai khalifah di muka bumi untuk menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya serta untuk diuji seberapa besar iman kita melalui godaan-godaan dari gemerlapnya kehidupan duniawi ini.
                Bagi seorang mahasiswa jika ditanya, ‘Apa yang akan kamu lakukan setelah lulus?’. Mayoritas akan menjawab akan melanjutkan dengan mencari kerja, lalu menikah, mempunyai anak, menikmati masa tua lalu meninggal dan masuk surga. Lalu, apakah hidup yang seperti itu sudah kalian rasa sebagai hidup yang berguna? Sebenarnya hidup kita akan menjadi sangat berharga jika kita berguna untuk orang lain, untuk agama, bangsa dana negara. Mahasiswa yang pragmatis akan menghabiskan waktunya untuk kuliah, mengerjakan tugas kampus, jalan-jalan, praktikum, rapat organisasi, pacaran, karaoke, melakukan hobi dll. Mereka takkan pernah peduli tentang masalah yang tengah terjadi di sekitarnya dan di negaranya. Toh urusan bangsa dan negara sudah menjadi tanggung jawab para pemimpin, kewajiban mahasiswa ya hanya belajar untuk mendapatkan IP tinggi saja, mungkin begitu pikirnya. Apa kalian termasuk dari salah satu mahasiswa pragmatis tersebut?? Menyibukkan hidup kalian untuk mencari nilai bagus dari dosen,mencari harta sebanyak-banyaknya atau rapat-rapat dan rapat??
                Tiba-tiba tanpa sadar administrasi sekolah kini semakin mahal, saudara dan adik kalian harus membayar biaya sekolah yang sangat mahal seperti di sekolah berlabel SBI dan RSBI. Fasilitas publik seperti jalan tol dan toilet umum saja harus bayar. Harga kebutuhan pangan semakin meningkat, bahkan untuk memenuhi kebutuhan beras saja, negara kita harus impor. Apakah kalian pernah berpikir apa penyebabnya??
                Buka mata, buka hati dan pasang telinga. Ternyata sekarang, negara kita tengah dilanda ancaman kapitalisme global. Negara yang katanya demokrasi tapi ternyata kapitalis. Alias kapitalis malu-malu. Semua bayar, semua mahal dan semua diperjual belikan. Bahkan ada yang bilang ‘tak ada yang GRATIS di dunia ini’ atau, ‘There’s no free lunch’. Apakah hidup kalian masih bisa dikatakan sudah berarti dan berguna???!!
                Pada masa kekhalifahan Islam, negara Islam pernah berjaya. Sehingga negara membebaskan rakyatnya dari segala biaya, sehingga mereka mendapat pendidikan gratis, kesehatan gratis, fasilitas publik gratis, dan kesejahteraan penduduk ditanggung oleh negara. Maka pada masa itu penduduk menjadi adil dan makmur sampai-sampai tak ada orang miskin yang patut diberi zakat. Sungguh masa yang penuh dengan kemuliaan. Dan sangat berbeda sekali dengan abad sekarang ini. Sistem negara berubah menjadi semakin kapitalis dan tidak mempedulikan sesamanya. Sehingga pola pikir masyarakatnya pun juga kapitalis yang menjadikan mereka untuk mengabdikan seluruh hidupnya untuk mengejar materi dan kekuasaan, sehingga tak jarang terjadi perebutan materi dan kekuasaan sampai-sampai dihalalkan segalam macam cara, termasuk korupsi seperti yang telah dilakukan oleh pemimpin rakyat kita sekarang ini.
                Di samping itu, negara kita sebenarnya sudah terjajah, terjajah oleh pasar asing dan budaya luar yang melunturkan budaya islam dan budaya ketimurannya. Seperti yang kita bahas tadi, banyak mahasiswa yang lebih suka foya-foya, beralih dari satu diskotik ke diskotik lain, dari satu cafe atau pub ke tempat lain, pacaran, free sex, narkoba, seolah-olah telah menjadi aktivitas yang biasa dan wajar. Apalagi kalau bukan karena sistem negara kita yang salah?
                Jika negara kita berlafalkan syariat Islam seperti masa kekhalifaan dulu mungkin hal tersebut takkan terjadi, takkan terjadi korupsi. Karena ada hukum potong tangan bagi pencuri. Ada hukum qisas bagi pembunuh, serta ada hukuman razam bagi pelaku zina. Karena sekali lagi sistem mencakup segala aspek kehidupan bangsa, meliputi sosial budaya, ekonomi, hukum, politik, kemanusiaan, dsb. Sehingga negara merupakan penjaga bagi umatnya. Jika negara telah mampu menerapkan sistem tersebut. Maka takkan ada lagi yang namanya korupsi, kolusi, kekerasan, tawuran, perebutan kekuasaan, dll.
                Kita sebagai mahasiswa atau agent of change sepatutnya menyadari hal ini dan mulai membangun pemikiran untuk menyalurkan aspirasi kita pada bangsa dan negara bahwa ternyata negara kita butuh revolusi yang bersyariatkan Islam. Jangan khawatir bagi yang Non-muslim, karena dalam Islam juga telah diatur untuk menghargai sesama dan tidak melakukan pemaksaan dalam memeluk suatu agama. Sehingga sistem Islam tersebut tidak akan merugikan agama lain. Semua akan terjamin menuju masyarakat yang adil dan makmur. Lalu bagaimana caranya?
                Yup, kita bisa memulainya dari diri sendiri dan orang lain. Mari kita luruskan pemikiran kita untuk tidak berpacu pada sistem kapitalis yang selalu mengedepankan materi. Mari kita bangun kepribadian yang baik, bersahaja, kritis dan cendekiawan. Selain itu, kita juga harus bersama-sama membangun opini publik agar virus pragmatisme ini tidak menular kepada yang lain. Salah satunya dengan jalan dakwah, agar masyarakat dan generasi muda yang lain tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi di negara kita. Karena dakwah adalah aktivitas yang mendatangkan pahala terbesar. Lalu nanti bersama-sama serentak meminta solusi kepada pemerintah dengan semangat dan aspirasi kita agar pemerintah mau merubah sistemnya menuju sistem kekhalifahan Islam, dimana hanyalah kekhilafahan Islamlah yang mampu melunturkan kapitalis dan rusaknya dunia. Namun jangan sampai kita melakukan kekerasan. Insyaallah, di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Begitu juga dengan perjuangan kita pastilah negara dan bangsa ini mampu menjadi negara dan bangsa yang bersahaja, beradap, adil dan makmur. Dengan demikian akan tercapailah nuansa mayarakat islamiah, sehingga semakin mempermudah kita untuk menuju jalan Allah SWT, yaitu menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Amin. 

                Berikut adalah dalil anjuran menegakkan khilafah Islam :

Rasulullah SAW bersabda:

وروى مسلم عن أبي حازم قال:قاعدت أبا هريرة خمس سنين فسمعته يُحدّث عن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال:{كانت بنو إسرائيل تسوسهم الأنبياء، كلما هلك نبي خلفه نبي، وإنه لا نبي بعدي، وستكون خلفاء فتكثر، قالوا فما تأمرنا؟قال:فُوا، ببيعة الأول فالأول، وأعطوهم حقهم، فإن الله سائلهم عما استرعاهم

“Bani Israel itu pernah dipimpin oleh para nabi, tatkala seorang nabi telah wafat, dia pun pasti akan digantikan oleh Nabi yang lain. Sementara tidak ada Nabi setelahku, dan yang ada adalah para khalifah, jumlah mereka pun banyak. Mereka bertanya: apa yang Anda perintahkan kepada kami? Beliau menjawab: Tunaikanlah bai’at yang pertama. Berikanlah kepada mereka hak mereka, karena Allah akan menanyai mereka atas apa yang digembalakannya.” (HR. Bukhori dan Muslim)4)

"Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (memerintah kalian) jika kalian menetapkan hukum di antara manusia supaya kalian menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat." (QS. An Nisaa' : 58).

‘Barangsiapa melepaskan tangannya dari ketaatan kepada Allah, nescaya dia akan menemui Allah di Hari Kiamat dengan tanpa alasan. Dan barangsiapa mati sedangkan di lehernya tak ada bai’ah (kepada Khalifah) maka dia mati dalam keadaan mati jahiliyah." [HR. Muslim].

"Barangsiapa mendatangi kalian - sedang urusan (kehidupan) kalian ada di bawah kepemimpinan satu orang (Imam/Khalifah) - dan dia hendak memecah belah kesatuan kalian dan mencerai-beraikan jemaah kalian, maka bunuhlah dia!" [HR. Muslim].

Source : Berbagai Sumber

0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Your Pasif Income

Adsense Indonesia

Domain & Hosting mulai 30rb, Click disini! (The cheapest Domain & Hosting)

hosting