Jelajahi Jember dalam 1 hari anda!

3/14/2012

Berterus Teranglah

Suara hati yang terabaikan

    Manusia adalah makhluk yang diciptakan sempurna, lengkap dengan sifat baik dan buruknya. Dalam jiwa manusia terdapat begitu banyak dorongan, keinginan, naluri dan hasrat yang tak terbatas. Seperti impian yang tak ada habisnya, manusia jika diberi sebukit emas, pasti menginginkan satu gunung emas lagi, jika sudah tercapai, maka dia menginginkan 2 atau lebih banyak gunungan emas lagi. Begitulah sifat manusia. Namun hal untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kita tersebut terbatas, tak semuanya bisa terpenuhi.


          Lalu apakah yang akan terjadi jika keinginan manusia tak berhasil terpenuhi??

    Hasrat dan naluri bisa mengalahkan akal pikiran dan kesucian hati. Seperti layaknya binatang. Binatang adalah makhluk yang bernaluri namun tak berakal, sehingga apapun yang diinginkannya langsung dilakukannya tanpa perlu ada pertimbangan dan proses berpikir terlebih dulu. Ketika hasrat menggebu-gebu, pikiran manusia bisa saja terlena dan mengabaikan segala kebenaran.
     Seperti yang terjadi dalam kehidupan kita, banyak kita temui hal-hal di luar pikiran yang kita anggap "gila!" atau "Nggak punya otak!". Salah satu problematika remaja yang sangat menggejolak adalah sikap remaja yang sudah mulai berani berkata bohong kepada orang tua. Mengingat remaja adalah anak-anak yang tengah mulai beranjak dewasa atau tengah memasuki masa pubertas sehingga masih bingung untuk mencari jati dirinya ataupun dalam memutuskan sesuatu, mereka masih butuh bimbingan baik dari orang dewasa. 
    Seiring dengan budaya hedonisme yang semakin digandrungi masyarakat, ternyata juga menyeret remaja terlibat dalam fenomena ini. Mereka jadi mengikuti budaya yang tengah trend atau menjadi followernya budaya asing yang tengah populer agar keberadaan atau eksistensi mereka diakui dalam lingkungan. Mereka bisa bertindak apa saja demi memperoleh eksistensi tersebut, termasuk membohongi orang tua. Salah satu kasusnya adalah remaja yang sering menggunakan alasan pembayaran biaya sekolah sebagai alat untuk memperoleh uang dari berbohong pada orang tuanya. Jika mereka ingin jalan-jalan, beli baju baru, menonton konser favorit, hang out bersama pacar ataupun bergaya bak selebriti mereka harus mempunyai banyak uang dan salah satu caranya adalah dengan berbohong dengan menggelapkan uang SPP. Jika orang tua menanyai bukti pembayarannya,  mereka akan mengatakan sejuta alasan dan bahkan membuat kuitansi palsu demi menutupi kebohongannya. Padahal uang tersebut adalah hasil kerja keras orang tua yang telah bersusah payah membanting tenaga demi tercukupinya biaya pendidikan anak-anak mereka.
    Tak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut terjadi karena ada suatu motivasi yang mendorong remaja untuk berbohong. Bahwa mereka melakukannya karena pacar, teman dan idola mereka. Aneh memang, dalam kamus remaja banyak yang menganggap bahwa posisis idola, pacar dan teman menduduki rangking tiga besar dalam hidup mereka daripada orang tua yang telah mendidik dan membesarkan mereka dengan susah payah. Ya, motivasi byang salah ternyata memberikan dampak besar yang sangat fatal. Hal ini perlu diatasi dengan penanganan dari semua pihak, baik dari orang tua, pergaulan, dan lingkungannya.
    Remaja juga manusia yang berhati nurani. Suara hati cenderung berkata kepada kebenaran. Namun tak selamanya suara hati menjadi nomor satu atau acuan hidup mereka. Apalagoi kalau bukan karena pengaruh pikiran yang telah terkontaminasi dengan gangguan-gangaun dan dorongan yang menuntun mereka ke jalan yang salah. Motivasi dan persepsi salah tentang suatu eksistensi. Bahwa eksistensi yang sebenarnya adalah dimana dan kapanpun seseorang bisa percaya diri menjadi dirinya sendiri dan membawakan diri selaras dengan lingkungannya. Eksistensi tidak butuh pengakuan dan kolosal, bahwa seseorang tak harus berpaling dari dirinya yang serta merta hanyut terbawa arus kehidupan yang keras ini. Remaja haruslah menjadi sosok yang tegas, percaya diri dan bersahaja. Mampu menjadi tiang penyangga untuk masa depannya kelak. 
    Orang yang terbawa arus bagaikan ikan mati yang hanyut ke sungai. Ikan yang tak bisa bergerak sedikitpun untuk melawan kerasnya arus.

0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Your Pasif Income

Adsense Indonesia

Domain & Hosting mulai 30rb, Click disini! (The cheapest Domain & Hosting)

hosting