Jelajahi Jember dalam 1 hari anda!

5/01/2012

Gazebo Menjadi Tempat Favorit Mahasiswa

Tradisi Kerja Kelompok

   Detik-detik menjelang ujian semester sudah begitu terasa auranya. Tugas kuliah yang diberikan dosen sudah mulai berdatangan silih berganti. Uniknya, tugas ini rata-rata bukanlah tugas individu, melainkan tugas kelompok. Ya, mahasiswa yang sebetulnya semakin naik tingkat semester seharunya semakin sibuk mengurusi urusan pribadi atau individu sekarang malah disibukkan dengan adanya berbagai tugas kelompok. Tugas kelompok inilah yang nantinya justru akan membuat mahasiswa harus meluangkan waktu lebih banyak untuk berdiskusi, mengumpulkan paper, riset, mengatasi perbedaan pendapat, dan sebagainya. Belum lagi jika dalam satu kelompok terdiri dari berbagai latar belakang karakter mahasiswa. Ada yang rajin, sedang dan malas. Ada yang cerdas, sedang dan kurang bisa mengikuti mata kuliah. Perbedaan-perbedaan inilah yang nantinya akan berbaur dalam suatu kelompok diskusi saat membahas materi tugas yang harus dikumpulkan. Perbedaan pendapat, komitmen dan sudut pandang sering terjadi. Tak jarang juga kadang hingga memicu adanya konflik. Ada yang setuju dengan pendapat teman, ada yang kritis, dan ada yang tak mau pikir panjang yang penting tugas cepat selesai dan beralih melanjutkan tugas lainnya. Sehingga terkadang tugas kelompok bisa membawa kesenangan bahkan meringankan beban tugas kuliah atau malah memberikan beban yang sangat berat, karena tugas tidak segera selesai-selesai akibat konflik yang kemungkinan muncul dari perbedaan pendapat tersebut. Akibatnya, diskusi kelompok takkan kunjung selesai dalam waktu dua atau tiga pertemuan. Dan ini lebih menyita waktu yang lebih banyak dari sekedar tugas individu. 

    Memang secara psikologis, kerja kelompok memberikan efek yang positif untuk pengembangan karakter kita. melalui diskusi dan pembagian tugas kerja, kita bisa belajar manajemen waktu, pikiran, tenaga dan orang yang kita atur. Kita bisa berbagi pendapat satu sama lain, belajar saling menghormati dan menghargai, serta belajar untuk terus berusaha dan pantang menyerah. Karena saya akui sendiri kawan, tugas kelompok lebih berat dariada tugas individu namun memberikan pemahaman yang lebih dalam dalam menguasai materi pembelajaran. Kita bisa menjadi lebih ingat dengan materi yang didiskusikan bersama, bisa lebih akrab dengan teman, lebih kritis, dan menjadi lebih ulet dalam menangani masalah. Jadi, kerja kelompok tak sepenuhnya hanya menyita waktu kita dengan diskusi dan diskusi, namun disinilah tantangannya agar kita bisa lebih bersosialisasi. Toh, nanti kalau kita sudah lulus tantangan hidup lebih berat dalam menghadapi masalah di tengah masyarakat dengan seabrek masalah dan tugas kehidupan yang lebih menantang dari sekedar menyelesaikan masalah kelompok.
    Fenomena ini ternyata sudah menjadi tradisi di setiap universitas di Indonesi, bahkan sudah menjadi tradisi. Bahwasanya, sebelum ujian semester mahasiswa akan mendapatkan tak sedikit tugas kelompok. Umumnya, tugas tersebut cenderung berbentuk tugas membuat paper, riset, makalah, laporan, dsb. yang nantinya harus di presentasikan bersama di depan dosen dan mahasiswa lainnya. Maka tak jarang akhir-akhir ini, khusunya di Fakultas Sastra, Universitas Jember (UNEJ) banyak mahasiswa yang berkumpul untuk mengerjakan tugas kelompok, dan salah satu tempat yang menjadi sasaran mereka adalah gazebo Sastra.
    Gazebo adalah tempat yang sangat favorit sekali untuk berdiskusi. Tiap gazebo terdiri dari 1 meja bundar berpayung yang dikelilingi empat buah bangku kayu. Sehingga satu gazebo pas sekali untuk satu kelompok yang terdiri dari empat orang untuk bediskusi bersama di sana. Mulai jam 6 pagi hingga jam 7 malam, gazebo ramai dikunjungi mahasiswa. Dari yang sekedar ngobrol, curhat ataupun mengerjakan tugas kelompok bersama. Hal inilah yang menjadikan Fakultas Sastra benar-benar terlihat sebagai fakultas yang ramai dan aktif dengan melihat banyak mahasiswa ulet dan tekun berdiskusi bersama membahas materi-materi kuliah. 
    Well, kawan, ternyata kuliah memang bukan saja menggali potensi diri kita melalui segi akademik saja, namun juga mmebanatu kita dalam mengembangkan potensi non-akademik kita, membangun psikologi yang matang dan kritis, membangun kemandirian, meningkatkan rasa percaya diri dan pantang menyerah serta mendapat pembelajaran untuk lebih bersosialisasi. Jika orang mengatakan kuliah haya mengejar nilai dan gelar untuk mencari kerja saja, itu salah. Justru kuliah adalah masa dimana seseorang di usia yang belia dan penuh energik ini mencari jati diri dan mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Karena hidup tidak hany diukur dari sebuah nilai rapor, nila ijasah ataupun tes, namun kompetensi diri. Bahwa seberapa mampukah kita menghadapi kerasnya hidup, karena hidup adalah perjuangan. Kita takkan menjadi apa yang kita mau tanpa dimulai dengan perjuangan keras. Jadi, bagi kawan yang masih berpikir praktis bahwa kuliah itu untuk mengejar nilai saja, hapus persepsi itu. Nikmatilah masa-masa kuliah kita sebagai pembelajaran. Inilah masa mengesankan dan keemasan kita untuk tampil menjadi sosok generasi penerus bangsa. Sesuatu yang besar selalu dimulai dari langakh kecil. Oleh karena itu, jangan lekas mengeluh terhadap segala tekanan dan hambatan yang melintang di depan kita saat menjalani masa kuliah kita. Just enjoy it and get your willing here! ^^

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Your Pasif Income

Adsense Indonesia

Domain & Hosting mulai 30rb, Click disini! (The cheapest Domain & Hosting)

hosting