Jelajahi Jember dalam 1 hari anda!

8/10/2012

Dilema

Suara Hati
Cerpen ini adalah cerpen yang kukirimkan pada Antologi cerpen DKK Sastra UNEJ, namun belum lolos seleksi
Oleh : Monafisa Rizqi

Siang itu suasana kota Jember semakin memanas, terik matahari sangat menyengat kulit. Membuat Tias gerah sambil mengipas-ngipaskan proposal tipis ke arah wajahnya. Seonggok barang-barang elektronik bernilai jutaan masih dipandanginya berulang kali. Beberapa buah handphone berlabel ‘Blackberry’ serta guratan Toshiba di benda hitam di layar berukuran A4 itu masih tergeletak di lantai kosannya yang lembab. Keringat setetes demi setetes bercucuran. Masih teringat bayang-bayang pemakai benda elektronik itu, yang tak lain adalah Rina sahabat karib sekaligus teman kuliahnya. Rina biasa online di depan benda berlayar datar itu sembari cekikikan menahan tawa saat menikmati lucunya hidup di dunia maya. Terkadang Rina juga mengajaknya untuk menyusuri jejak-jejak kesemuan internet melalui obrolan singkat dengan orang-orang baru yang tak dikenalnya namun memberikan sejuta kejutan tak terpikirkan sebelumnya. Memberikan rasa sejuk dan damai, sekilas benda itu telah berhasil mengabaikan kejenuhan akan buku diktat dan lembaran jurnal bahkan tumpukan tugas dari dunia perkuliahan.
            Lalu pandangannya teralihkan pada salah satu blackberry silver, wajah teman satu kontrakannya dulu juga ikut menghiasi ponsel masa kini itu. Banyolan Diva yang sangat meledak-ledak dan lepas saat membicarakan pacar-pacarnya di depan Tias tergambar jelas dari ponsel kecilnya yang tak berhenti berdering dengan ratusan SMS setiap harinya. Tias memang gadis yang patut dikagumi. Tubuhnya tinggi semampai, berkulit kuning lansat dengan mata yang selalu terhiasi soft lens. Apalagi cara bicaranya yang sangat malu-malu dan membuat hati penasaran berhias senyuman manis di hadapan para pria membuatnya dinobatkan sebagai salah satu gadis idola kampus. Namun cukup hanya penampilan luar dan kelembutannya saja, sikapnya akan berubah seratus delapan puluh derajat di depan Tias. Diva hanya akan merasa terbuka jika bersama kawan karibnya itu. Diva dan Tias tiga tahun yang lalu pernah sebangku dan bersenda gurau dalam seragam putih abu-abunya. Namun Diva sekarang lebih bahagia mengurusi para pria pemujanya yang haus akan buaian cinta khas anak kuliahan daripada berkumpul bersama kawan lamanya itu. Ya, blackberry itu saksi bisu perjalanan cinta Diva. Ponsel yang didewa-dewakannya sebagai dukun menjaring mangsa. Tidak dapat dipungkiri, hal itu dia lakukan lantaran kecewa dan kehilangan kasih sayang orang tuanya. Broken home, tak jauh beda dengan alur perjalanan keluarga Tias. Membuat semua anak menjadi stres dan menuntut adanya kasih sayang dalam sebuah keluarga. Namun apa daya orang dewasa terlalu egois dan sok tahu apa itu cinta. Diva juga ingin disayangi dan dicintai, jika orang tua tak mampu lagi menjadi harapannya maka pria-pria menyenangkan itulah yang akhirnya menjadi penyejuk jiwa pengusir sepi hari-harinya.
            Tias hanya menyunggingkan senyum mengejek kepalsuan cinta yang diselami kedua temannya itu melalui barang elektronik buatan manusia. Barang yang tercipta untuk memudahkan pekerjaan manusia yang telah beralih fungsi menjadi teman penghibur setia anak remaja yang terombang-ambing keduniaan bahwa mereka sudah kehilangan percaya diri selalu terbawa arus pergolakan global. Namun saat ini Tias pun tak dapat memungkiri bahwa benda-benda berharga itu memang telah menggerogoti keluguan hatinya. Barang berharga inilah yang akan mampu menentukan nasibnya esok.
            Tadi malam Bu kos menggedor pintu kamarnya. Seperti biasa, Tias hanya pura-pura tidur. Ia tutup kanan kiri telinganya dengan bantal. Untung pintu kamar telah dikuncinya lebih dulu sehingga orang berbadan tambun dan hobi ngomel itu tak dapat menerobosnya.
            “Heh Tias! Pikir, udah berapa kali kamu nunggak hah? Kalau nggak bisa bayar nggak usah pake ngekos segala! Rugi saya kalo kamu tetap disini! Enak ya tiduran di kamar orang? Heh! Masih banyak mahasiswa yang butuh kamar kosong! Awas kamu, ini peringatan terakhir kalau sampa nggak bisa bayar kos, besok pagi kamar harus kosong! Atau kamu mau dipaksa keluar rame-rame sama warga? Ngerti!??!”
            Entah setelah kalimat itu rentetan kalimat dan umpatan lain keluar dari mulut Bu kos. Namun kalimat yang paling jelas hanya kalimat itu. Hmh... beginilah kalau anak kosan diancam habis-habisan oleh pemilik kos-kosan. Mana bawa-bawa nama warga segala. Semakin membuat kepalanya berkunang-kunang dan akhirnya membuatnya tertidur pulas, hingga terbangun siang ini. Hari ini Tias pun terpaksa bolos kuliah. Malas juga mau masuk kelas yang pakai persyaratan bawa buku pegangan yang harganya lumayan itu. Mending nggak masuk aja sekalian daripada menambah pikiran.
            Kejadian semalam memang sempat memukulnya. Pasalnya sudah hampir setengah tahun uang kosan belum dibayarnya juga. Rekor MURI seharunya mencantumkan nama Tias sebagai mahasiswa dengan tunggakan sewa kosan terbanyak tahun ini. Itu karena kepintarannya berkelit dan mencari-cari alasan di depan Bu kos. Namun tadi malam rayuan dan bujukannya sudah tidak manjur lagi rupanya bu kos semakin memberontak gara-gara uang kosan yang belum ia lunasi, hingga besok ditetapkannya sebagai hari pengusiran sedunia. Kali ini benar-benar nasibnya tergantung pada barang-barang elektronik tadi.
            “Huft.. andai saja...” keluh Tias sembari menghela nafas.
            Setengah tahun yang lalu hidupnya masih terasa nyaman. Transferan uang lancar dan tepat waktu. Mama tidak akan pernah lupa untuk mengirimkannya di setiap hari kelima awal bulan. Sempat tersirat rasa heran darimana datangnya uang itu, karena sebelumnya usaha butik mama sempat gulung tikar. Bagaimana bisa orang yang baru saja gulung tikar bisa mampu menghidupi ketiga anaknya dengan transferan yang selalu rutin tepat waktu? Dan ternyata kegundahan Tias terjawab ketika suatu hari Tias pulang ke rumahnya. Dia ingin memberi kejutan mamanya dengan pulang ke rumah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Namun hal berbalik padanya, mama malah memberinya kejutan yang sampai sekarang belum bisa hilang dari ingatan. Waktu itu Tias melihat mama bermesraan dengan seorang pria yang dikenalnya sebagai teman papa di ruang tamu rumahnya dengan mata kepalanya sendiri. Tias tahu benar lelaki itu. Dia adalah pria kaya yang telah beristri. Bisa ditebak, kelancaran finansial yang menjadi pertanyaan Tias selama ini ternyata uang hasil pemberian pria itu. Tias tak menyangka mama akan melakukannya, berselingkuh dengan pria lain di balik Tias. Mungkin itu juga yang membuat perceraian dua orang dewasa pun terjadi. Tega. Tias sudah tak kuasa lagi melihatnya, ia memilih meninggalkan rumah sampai mama mau melepaskan pria itu.
            “Sayang, tolong mengerti mama. Mama melakukan ini semua karena sayang sama kamu.”
            “Tapi tidak dengan lelaki itu ma! Kalau tahu begini, ogah Tias kuliah dari hasil melacur mama!”
            PLAK!
            Satu tamparan mendarat di pipi kanan Tias. Dia pun segera beranjak pergi meninggalkan rumah, mama dan segala keruwetan masalah di dalamnya yang makin memuakkan.
            Ah! Kenapa juga Tias memikirkan lagi hal itu. Ia harus membuangnya jauh-jauh, meski agak menyakitkan untuk mengenangnya. Yang harus dipikirkannya saat ini adalah memikirkan cara agar besok dia tetap bisa tinggal di kosan berukuran 4x4 meter ini. Baiklah, Tias harus memutuskan sesuatu.
***
            “Mas, kalau bisa empat juta ya.”
            Pria itu hanya terdiam sembari sibuk memeriksa barang elektronik yang ada di depannya. Sejenak kedua matanya langsung terbelalak lalu mengambil ponsel di dekatnya. Sepertinya dia tengah menghubungi seseorang. Tias hanya harap-harap cemas saat hari sudah mulai larut. Uang kosan harus didapatkannya malam itu juga, sebelum ia benar-benar hengkang dari kamar kecilnya itu untuk selama-lamanya.
            “Sebentar ya Mbak, saya mau mengecek dulu untuk menaksir harganya. Silahkan duduk dulu di sebelah sana ya.”
            Tias pun mengikuti kata-kata pria itu. Ia masih berharap semoga harga yang diterimanya lebih besar dari perkiraannya. Ini sudah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah finansialnya. Ah malam, jangan terlalu cepat datang karena esok bukan hari yang dinanti-nanti. Seandainya waktu bisa terhenti agar ia bisa bernafas lega sejenak untuk terbebas dari masalah hidup ini.
            Tiba-tiba beberapa orang berseragam coklat datang menghampirinya dan menarik paksa tangannya.
            “Ada apa ini? Mau dibawa kemana saya! Hei, tolong lepasin!”
            Namun tangan mungil Tias terlalu lemah untuk mengelak. Ia pun diseret menuju sebuah mobil patroli dan sepasang borgol pun melingkar di kedua tangannya. Tias masih berusaha melepaskan diri.
            “Tolong! Lepasin!!” berontak Tias.
            “Mbak, kalau mau maling jangan maling laptop keponakan saya ya! Dasar maling!! Seret aja Pak! Cantik-cantik maling! Najis!” umpat pria pemilik toko itu.
            DEG!
            Tias langsung tertunduk lesu. Bodohnya. Kenapa tak terpikirkan sebelumnya. Rina memang pernah cerita kalau laptopnya itu adalah hadiah ulang tahun dari pamannya yang punya bisnis jual beli alat elektronik, termasuk komputer, laptop dan perangkatnya.
            Sial!
            Mobil patroli bertuliskan ‘Polisi’ itu pun mulai berlalu menuju peraduannya. Membawa seorang gadis muda yang terus menyesali kebodohannya. Tias masih menoleh ke belakang dari mobil partroli yang tengah berlalu meninggalkan jalanan itu. Sebentar lagi hidupnya akan berubah. Bui tengah menyambutnya di ujung penantian sana. Ia berharap waktu bisa berjalan mundur. Tentu akan ia pergunakan sebaik mungkin. Menjadi mahasiswa yang aktif, melakukan kerja sampingan, ikut organisasi dan bercanda tawa dengan teman-temannya termasuk Rina dan Diva. Keputusan tak harus terburu-buru. Seharunya ia mengikuti suara hatinya yang paling suci. Suara hati tak pernah berbohong dan akan memberontak jika kebaikan itu terabaikan. Ya, pilihan hidup tak harus mengorbankan kejujuran diri. Ah, nasi telah menjadi bubur. Tiba-tiba Tias kangen mama. Mama sedang masak apa ya hari ini? Tak terasa butiran bening menetes di pipinya. Hiruk pikuk jalanan telah berbaur dengan sesenggukan kepiluannya. Tias masih tertunduk pasrah dengan seuntai borgol yang menyambut masa depan kelabu sepanjang perjalanan hidupnya.

*Selesai*


Tags : perkotaan, sosial, kriminal, cerita, realita, kisah, pemuda, fiksi, antologi, Jember, kemiskinan                                                                                                                               

6 komentar:

  1. Hi, here to visit you back. I can't find your cbox/message board so I'm leaving a message here.

    Good morning

    BalasHapus
  2. Hello,Thank you very much for ur kind visit my Friend,always welcome,Keep smile today and each day and come again

    BalasHapus
  3. Hello first time here!!! you have a great blog ;)

    BalasHapus
  4. Hello, Thanks for visiting my blog. ... Congratulations for your beautiful website
    have a nice weekend...

    BalasHapus
  5. @Wanderer : hihi sorry, cz here there's a lot of widget. firstly, I put cbox here, but this is error cz lots of visitors's comments. that's why I didn't use it again

    @Orang sumba : wah ada yg dr Sumba nih! thanks gan kunjungannyaw k blog ane ;)

    @elektro : Thanks so much Gan!

    @Fiat : have a nice monday for tomorrow, cz I've just open my blog. Hihi. thanks visiting my blog friends, ^^

    BalasHapus
  6. >BAGI (i) YANG SERING KALAH
    DALAM BERMAIN TOGEL ANDA BISA DAPATKAN
    SOLUSINYA DENGAN BERGABUNG DI MEMBER
    MASTER TOGEL INDONESIA.
    DARI PADA SAUDARA (i) PASANG ANGKA YANG
    TIDAK JELAS, NIAT HATI INGIN MENANG
    NAMUN MALAH TAMBAH HANCUR-HANCURAN
    & TAMBAH MELARAT AKHIRNYA DILILIT
    UTANG PIUTANG HARTA,KAS UANG RAIB
    ENTAH KEMANA.
    COBA PIKIRKAN KERUGIAN ANDA TIAP HARI?
    JIKA BERMINAT GABUNG DENGAN MASTER TOGEL
    SILAHKAN HUBUNGI=KI SANTA
    Karna saya buktikan angka yg diberikan KI SANTA 4d 9215 SGP betul’’ tembus 100%.allhamdulillah berkat bantuan AKI SANTA saya dapat 239 juta dan saya sudag lunasin hutang hutang saya yang ada DI BANK.HUB.AKI SANTA DI NOMOR
    082311843455 HK/SGP/ JIKA ADA YANG BERMINAT NOMOR GHOIB HASIL RITUAL SILAKAN HUBUNGI KI SANTA PETIR DI JAMIN TEMBUS 100%.JIKA ANDA INGIN DAPAT ANGKA GOIB KLIK DISINI
    /
    UNTUK PUTARAN SGP HKG LAOS SIDNEY MACAU THAILAND MALAYSIA UNTUK 2D 3D 4D BESOK HARI MINGGU 18 AGUSTUS 2014 thank’s room’x sobat,,,,
    ………..

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Your Pasif Income

Adsense Indonesia

Domain & Hosting mulai 30rb, Click disini! (The cheapest Domain & Hosting)

hosting