Jelajahi Jember dalam 1 hari anda!

8/04/2012

Tukang Bangunan

TUKANG BANGUNAN
Puisi yang pernah saya kirimkan ke Radar Jember namun belum lolos seleksi

Terik mentari telah membumbung tinggi
Hawa panas menyengat kulit ari
debu-debu pun gundah berterbangan
namun para pengais rezeki tetap bersikukuh
Palu dan paku saling berdentum berisik
Menambah hiruk pikuk keramaian

Otot-otot bermandikan peluh itu masih berdenyut
Senantiasa menemani kisah para tukang bangunan
Tiada keluh tiada resah
Demi memperoleh satu titian
Amat berat namun tertahan
Derita tukang bangunan yang terurai waktu
menyiratkan cobaan kehidupan

Aku hanya bisa tertunduk ragu
Mampukah diriku sekuat mereka
Tangan yang halus akan berubah kasar
Baju yang rapi akan terkoyak lusuh
Khas aroma keringat rakyat Indonesia

Sekeping uang kurang berharga bagi penguasa
Namun teramat berarti bagi mereka
Bangunan yang kokoh akhirnya milik penguasa
Tukang bangunan pun hanya mampu mengaguminya
Andai... hasil karya itu dapat sejenak dinikmati
Menyentuh nyamannya hidup di rumah beton
Seperti para penguasa yang tengah tertawa
Tanpa perlu berbaur dengan ganasnya kehidupan

Oleh : Monafisa Rizqi
(Mahasiswa Sastra Inggris UNEJ)



2 komentar:

  1. Interesting topics dear friend, 'm excited.
    met pagi gan datang berkunjung di blog sahabat

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Your Pasif Income

Adsense Indonesia

Domain & Hosting mulai 30rb, Click disini! (The cheapest Domain & Hosting)

hosting