Jelajahi Jember dalam 1 hari anda!

11/06/2012

Coretan Pujangga

Kasih Tak Sampai

    Jarum jam sudah hampir menuju angka dua belas, mempertemukan jarum jam panjang dan pendek pada angka paling atas sendiri. Suasana menjadi gerah, beberapa mahasiswa mengibas-kibaskan buku tulisnya demi mendapatkan angin segar pengusir kantuk dalam kelas. Begitu juga diriku yang tak begitu fokus menginterpretasikan bait-bait petuah yang dikirimkan dosen paruh baya melalui suaranya yang sendu dan agak kurang fasih berbahasa Indonesia. Yah, kelas ini dipenuhi oleh orang-orang sastra inggris yang sama-sama menikmati hidangan menu linguistik. 
     Tiba-tiba mataku tertuju pada guratan putih agak pudar pada bagian belakang bangku kelas. Hmm.. kuperhatikan dengan mata berbinar. Sepertinya guratan itu melambaikan suatu pesan dan kalimat yang harus sabar kurangkai agar aku bisa mengerti tulisan macam apa itu. 
  
Ku datang membawa senyuman
Sedang kau hanya mendiamkan 
                 Ku datang membawa harapan
                          Sedang kau cuma menertawakan
Ku datang membawa bunga
Sedang kau t'lah abaikan
                          Ku datang membawa bahagia
                          Sedang kau sudah acuhkan
Ku tak pernah datang lagi
Sedang kau tak pernah perduli
                                                                 M. Arifin

    Guratan seorang M. Arifin yang disebutnya sebagai 'Puisi tak berjudul' ini memang menyentuh relung sanubari bagi siapapun yang membacanya. Ekspresi melankolis seorang pria kesepian yang tak diartikan keberadaannya oleh Sang kekasih hati. Ternyata bukan hanya wanita saja yang mampu menuangkan idenya dalam hal-hal manis dan melankolis saja, namun ternyata pria punya selera yang tak jauh beda juga.
    Hati memang tak bisa berbohong. Meskipun ucapan mengatakan 'Ya' tapi siratan cahaya dari mata seseorang yang tengah kasmaran dan menantikan kerinduan akan pujaan hati takkan bisa menipu. Hati selalu tersembunyi dan tak mampu mengatakan realita. Karena hati akan terluka jika realita selalu diutarakan dalam kisah nyata yang membuat hati terus-menerus bergelumul dengan mimpi-mimpinya. Dan hanya bait-bait itulah yang merupakan jembatan penghubung mimpi dan realita bagi seorang pria yang pernah tersayat hatinya akan perjuangan sia-sia merengguh pesona wanita yang dicintainya. 
    M. Arifin, mungkin saat menuliskan ekspresinya berada pada titik terendah seorang pria yang putus asa akan harapan asmaranya, sampai-sampi ia tak mampu meyerap kata-kata masa depan dari pengajar yang ada di depan kelasnya. Berpujangga memang tak kenal waktu dan tempat. Saat kuliah pun bisa menjadi masa yang indah untuk berpuisi. Bahkan bangku kelas pun bisa menjadi secarik kertas yang istimewa untuk mengurai kata. 
    Jika, kau mencinta jangan hanya menuangkan mimpimu dalam angan saja, tapi sisingkan lengan dan guratkanlah dalam secarik kertas realita agar kau lebih terkenang dan berarti meski terkasih tlah mengabaikanmu.


1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Your Pasif Income

Adsense Indonesia

Domain & Hosting mulai 30rb, Click disini! (The cheapest Domain & Hosting)

hosting