Jelajahi Jember dalam 1 hari anda!

12/28/2012

Pesona Papuma-Watu Ulo

Wisata Pantai Jember yang Memukau

   Senin pagi yang cerah, tanggal 24 Desember 2012 kemarin. Aku dan keluarga tante, beserta kerabat yang datang dari Jogja ramai-ramai berkemas dan menyiapkan makanan untuk acara barbecue di pinggir pantai Papuma. Banyak sekali bawaan yang kami bawa, ada keranjang piknik, buah-buahan, 1 dus minuman, alat pemanggang plus arangnya, tikar, dll. Kebetulan cuaca pada Senin pagi itu sangat cerah sehingga perjalanan kami lewati tanpa halangan apapun. Mobil kijang abu-abu yang kami tumpangi kali ini dikemudikan oleh sopir yang handal, tak lain adalah keponakan tante sendiri, sehingga lajunya cepat dan lokasi bisa ditempuh dalam waktu 45 menit saja. 
    Setelah tiba di gerbang masuk Papuma, ada tiket masuk yang ditawarkan untuk dapat memasuki kawasan wisata Pantai Tanjung Papuma, yaitu Rp.12.500/orang. Setelah itu kami harus melewati jalan menanjak dan berkelok sekitar 5-6 meter menuju lokasi pantai. Tak lama kemudian, tampaklah halaman membiru indah nan sejuk dengan suara deburan ombaknya yang bersahutan. Yap! air biru kehijauan itu seolah menyapa kami dengan desiran pasir putihnya. Indah bagaikan lukisan Leonardo da Vinci yang tampak realistis. Kami pun tak sabar berhamburan merasakan segarnya beningnya air laut membiru itu yang hendak mengenai kaki-kaki yang bertelanjang ini, karena alas kaki sudah kami letakkan di dekat mobil. 
    Tak lupa kuabadikan keidahan ini melalui video dan fotografi, sekalian mencoba ketajaman gambar dari kamera baru Nikon S3300 16 MP ini. Kamera digital yang tiga minggu lalu baru kuorder dari sebuah toko online. Meski bukan fotografer profesional, hasil potret yang kami ambil lumayan fokus dan jernih untuk mengabadikan panorama tepi pantai dengan sejumlah karangnya ini. Sungguh mengagumkan. Pantai yang indah, mempesona, tak kalah dengan indahnya pantai Kuta, Sanur ataupun Tanah Lot di Bali. Namun sayangnya, agak kotor. Beberapa pengunjung enggan membuang sampah pada tempatnya dengan alasan bak sampah yang disediakan terlalu jauh. Beginilah, kultur menjaga kebersihan dan membuang sampah masih kurang emiliki kesadaran.
    Puas dengan deburan ombak serta putihnya pasir pantai,kami pun menuju ke sebuah bukit, sepertinya itu adalah jalan menuju puncak pemandangan Tanjung Papuma, bahwa pemandangan seluruh pantai bisa dinikmati saat berada di ketinggian tersebut. Kami pun harus melalui sejumlah anak tangga untuk menuju ke atas bukit. Tak sedikit pengunjung lain yang juga turut berjalan menyisiri anak tangga bukit. Dan, setelah sampai di puncak ketinggian.. WOW! Subhanallah... Indahnya bukan main. Tak henti-hetinya mata ini dimanjakan dengan panorama mengagumkan pantai Papuma. Sehingga dari atas, aku bisa melihat pemandangan karang dan batuan-batuan kecil di sampingnya yang sering kulihat sebagai latar gambar di hiasan kalender. Lebih indah, dari foto kalender! Tentu saja, tak lupa kuabadikan foto sebagai oleh-oleh untuk blogger mania sekaligus koleksi tambahan di folder Nikonku. 
    1 jam kemudian aku dan keluarga kembali menuju ke area rindang, tempat mobil diparkir dan bersebelahan dengan tempat tikar untuk acar bakar mania digelar. Di sana sudah stand by  tante dan ponakan dengan ikan bakar serta lauk pauknya yang baru saja matang. Hm.. aromanya sedap sekali sampai-sampai membuat perut ini keroncongan meronta-ronta untuk segera diisi dengan santapan siang yang menggiurkan itu. Dan, makan siang pun dimulai. Satu per satu mulai mengambil porsi dan ikan bakar yang telah disiapkan. Aku pun tak ketinggalan, daun kemangi dan mentipun menjadi teman ikan bakar serta sambal terasiku. Rasanya? Sumpah enak gila! Leziss! Mak nyusss!! :D Nggak rugi kawan, berkunjung ke tempat menarik ini.
   Setelah kenyang, kami pun melanjutkan perjalanan ke tetangga sebelah, apalagi kalau bukan Watu-Ulo. Watu Ulo terletak di depan gerbang selamat datang Tanjung Papuma berjarak 1 km dari pantai Papuma, namun untuk jalan mobil harus dilalui dengan jarak 5-6 km. Tiket yang harus dibayarkan yaitu sama Rp.12.500. Maklum, saat kami kesana adalah saat hari ramai pada masa liburan, Natal dan Tahun Baru 2013 sehingga tiket pun ikut naik. Tapi untungnya Sang sopir bisa melobi dengan petugas, jadi untuk wisata Papuma-Watu Ulo 10 orang hanya dikenai biaya 40rb saja. Murah bukan? heheheh
    Watu Ulo, sesuai dengan namanya adalah tanjung menyerupai badan ular yang memanjang. Anehnya pasirnya berwarna hitam dan panas, yang jauh berbeda dengan pasir Papuma, padahal jarak garis pantainya sangat dekat. bahkan dari kejauhan tampak mencolok perbedaannya. Kita bisa melihat dua sisi psair pantai yang berbeda yang terpisahkan oleh tanjung berbentuk badan ular itu. Karena cuaca semakin panas, aku hanya mengabil sedkit foto saja. Namun tak sedikit pengunjung yang datang di Watu Ulo. Kebanyakan dari mereka, datang ke sana untuk membeli buah tangan seperti kaos I love Papuma-Watu Ulo, cinderamata dan manik-manik yang dijual oleh pedagang di pinggiran pantai tersebut. 
    Hari menginjak pukul 13.00, akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi perjalanan dan kembali menuju rumah. Namun kali ini alur yang kami tempuh berbeda, kami melewati arah ke Timur dari wisata Watu Ulo yang nantinya juga akan tembus ke daerah Ambulu. 
    Kawan, sekian oleh-oleh dari jalan-jalan santai seharianku di salah satu obyek wisata alam di Jember. Semoga artikel ini bisa menginformasi dan menjadi referensi menarik sebagai tujuan berlibur kawan. Okay, Happy Holiday! ^^

Tags : wisata, Papuma, Watu Ulo, wisata di Jember, mengelola wisata Jember, panorama Jember, keindahan, obyek wisata Jember, Pantai tanjung papuma
    

4 komentar:

  1. salam kenal..komen balik ya....


    gila ni pantainya kaya di luar negri ui

    BalasHapus
  2. happy new years 2013.. :)
    if u dont mind visit myBLog.

    BalasHapus
  3. Terima Kasih Atas Kunjungannya...., Blogwalking kembali... hehehehe

    BalasHapus
  4. Pantainya bagus nih,tp kenapa ya hasil foto pake nikon S3300 agak gelap gitu kalo dioutdoor karna yang aku pake juga sama hasilnya.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Your Pasif Income

Adsense Indonesia

Domain & Hosting mulai 30rb, Click disini! (The cheapest Domain & Hosting)

hosting