Jelajahi Jember dalam 1 hari anda!

2/20/2013

Bali ala Banyuwangi


Beradu Dengan Ombak Banyuwangi


                Hari senin biasanya merupakan hari yang akan mengawali minggu padat kegiatan bagi para pegawai kantoran, pelajar serta para pencari nafkah lainnya. Namun Senin pagi yang penuh gairah dan harapan ini menjadi sangat berbeda bagi dua orang mahasiswa yang tengah menikmati liburan sembari hunting foto berdua mereka di pekan ujian semester. Aneh memang, pada saat mahasiswa harus disibukkan dengan penatnya pikiran dengan setumpuk tugas dan serentetan ujian semester, dua orang mahasiswi Sastra Inggris seperti kami ini malah menyibukkan diri layaknya wisatawan asing yang tengah menikmati liburan panjangnya. Ya, kali ini aku dan kawanku, Ilvi berencana menghabiskan dua hari luang kami di kampung halamanku, atau di wilayah Banyuwangi selatan. Banyuwangi adalah daerah yang memiliki garis pantai panjang di bagian timur, yaitu berbatasan dengan selat Bali. Maka tak heran terdapat banyak tempat wisata pantai dengan beragam panoramanya yang memukau. Sehingga dengan kata lain Banyuwangi bisa disebut sebagai Balinya Jawa Timur-an.

      Beberapa alasan itulah yang kemudian menjadi motivasi tersendiri bagi kawanku yang lumayan bisa dibilang ‘agak narsis’. Dua kamera digital Sony dan Nikon telah berada dalam tas ransel hitamku. Aku, ilvi dan adik kecilku yang baru saja pulang sekolah segera meluncur ke arah barat, yaitu menuju kawasan Pulau Merah dan Pancer. Selang setengah jam kemudian, kami pun tiba di tempat tujuan. Kawasan pertama adalah di pantai Pulau Merah dengan pasirnya yang putih. Pantai ini dinamankan Pulau Merah karena ada sebuah pulau kecil yang batunya berwarna merah. Sehingga pemandangan yang disajikan pun sangat menajubkan. Kami pun berlarian menuju tepi pantai sembari bermain dengan riaknya air laut. Tak lupa kami mengabadikan momen bersama.

      Lalu kami pun beralih ke Pancer yang berjarak kurang lebih 5 kilometer dari Pulau Merah. Pancer adalah tempat jual beli hasil laut yang baru turun dari perahu nelayan, sehingga ikannya sangat segar dan baru. Maka di sana banyak penjual ikan yang menawarkan dagangannya. Juga tak jarang banyak perahu warna-warni berjajar di pasir pantai yang putih yang menambah kesan natural khas pesisir. Kami pun kembali berfoto ria sembari beradu dengan derunya ombak kecil tepian pantai. Air asin yang segar bercampur dengan keruhnya pasir putih.

    Setelah lelah berjalan-jalan, kami menuju sebuah gazebo kecil. Di sana terdapat penjual bakso, dan kuliner inilah yang menjadi santap siang kami. Semilir angin yang sepoi-sepoi yang bercampur dengan bunyi riak ombak yang menghantam bebatuan menambah kenikmatan bersantap siang. Terasa sekali bau natural panasnya lautan, serasa menjadi anak nelayan sehari saja. Setelah kenyang memanjakan lidah kami, kami pun kembali menuju peraduan, yaitu rumah tercinta. Wisata yang sederhana nan murah meriah ini semoga menjadi referensi yang menarik bagi para pelancong domestik yang menyukai petualangan kecil pengisi liburan.




0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Your Pasif Income

Adsense Indonesia

Domain & Hosting mulai 30rb, Click disini! (The cheapest Domain & Hosting)

hosting