Jelajahi Jember dalam 1 hari anda!

4/18/2013

Banjir Menggenangi Jawa-Mastrip Jember

Jawa-Mastrip Kedinginan

   Sore hari pukul 16.00, saat aku nekat bergegas menuju sekretariat FLP (Forum Lingkar Pena) Jember sambil mengenakan jas hujanku, sore itu aku dikejutkan oleh genangan air melimpah setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 50 cm. Genangan air itu membanjiri jalan Jawa, Jember atau tepatnya di depan pertokoan Jember yang memang padat dengan lalu lintas dan aktivitas padat pejalan kaki. Tak ayal lagi, jelas saja Si Rose, Beat hitamku pun seluruh rodanya terendam air hujan dengan pelan-pelan. Namun tiba-tiba aku teringat dengan isi ranselku. Yup! Aku membawa kamera! Untung saja Nikon Coolpix ungu ada di dalam tas, dan langsung saja kutepikan motorku lalu kamera itu pun kugunakan untuk mengabadikan fenomena alam ini. Namun ternyata, rintik-rintik hujan semakin deras dan membuatku kesulitan untuk memotret dan membuat video. 'Gawat, nih lensa bisa-bisa rusak', pikirku. Akhirnya kusudahi aktivitas kegemaranku lalu kembali menstarter motor untuk segera menuju sekret FLP di jalan Danau Toba, sekalian meminta salah satu pengurus untuk membantuku mereportasekan banjir.
    Setiba di sekretariat, langsung sja kutarik tangan  Eprina, sobat FLP Jember yang ada di sana. Aku memintanya untuk mengambil gambar reportase yang nanti akan kubawakan agar kameraku bisa terlindungi dan tidak basah ketika ingin meliput peristiwa jika ada kameramannya. Eprina pun setuju dan bersemangat membantuku, malah dia menawariku untuk meliput Jl. Mastrip dulu, karena banjir yang lebih tinggi berada di kawasan tersebut. Kami pun menuju ke arah sana.
   Jalanan Mastrip tak jauh beda dengan Jl. Jawa yang tadi kulalui. Airnya masih meluber dan membuat sedikit kemacetan. Namun, kemacetan di sekitar pom bensin Mastrip ini tidak bergitu parah dibandingkan kemacetan di Jl. Jawa tadi. Di sini kendaraan masih bisa berjalan dengan kecepatan 20 km/jam dan luapan air hanya menggenangi jalanan cekung atau yang lebih rendah sepanjang SPBU Mastrip hingga depan pintu gerbang Poltek Jember. Aku pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini, mereportasekan peristiwa alam yang jarang ada. Eprina pun bersiap dengan kamera di tangannya.
    Setelah dirasa cukup dan memperoleh beberapa shoot dan liputan, kami segera menuju Jl. Jawa. Ternyata banjir di Jl. Jawa masih belum surut, namun kendaraan yang berjalan sudah lebih lancar dan tidak macet, meski harus berjalan lambat karena genangan air. Aku pun kembali meliput peristiwa ini. Setelah itu tak lupa kuwawancarai beberapa orang yang berada di sekitar TKP.
    Orang pertama adalah mas Muhklis. Aku melihatnya tengah mendorong gerobaknya dengan semangat meski banjir sudah setinggi lutunya. Setelah meminta ijin, dia pun setuju untuk memberikan tanggapan dan secuplik jawaban dari pertanyaan yang kubuat. Ia menanggapi bahwa banjir terjadi karena sampah yang dibuang sembarangan sehingga menyumbat jalannya air. Dan saat hujan deras datang, saluran buntu yang menyebabkan banjir. Banjir pun membawa pengaruh bagi mas Muhklis. Gara-gara banjir es jus jualannya jadi kurang laku. Maklumlah, mana ada orang yang meminum es di saat hujan-hujan dingin begini?
    Tak jauh beda dengan mas Muhklis, seorang tukang parkir, bernama Bpk. Hardiono juga mau memberikan sedikit tanggapannya mengenai banjir di Jln. Jawa ini. Ia mengatakan bahwa ketika banjir, kemacetan sudah sering terjadi saat musim penghujan tiba. Salah satu faktor menurutnya adalah kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya yang masih sangat rendah. Sehingga tak jarang para pedagang asongan di tepian Jl. Jawa sering membuang sampah ke sungai dengan alasan praktis dan tidak perlu membayar biaya kebersihan.
    Hari sudah mulai petang. Pada pukul 5 sore, air sudah mulai surut dan kendaraan pun melaju lancar. Aku dan Eprina pun kembali menuju sekretariat FLP untuk menghadiri rapat kepanitiaan, tentu saja dengan bawahan yang basah. Meskipun kedinginan kami berdua tetap semangat mengikuti jalannya rapat untuk kesuksesan acara talkshow Habiburrahman (Penulis Ayat-ayat Cinta) pada 28 April nanti. Yang ingin daftar bisa hub 08990590951.

*Inilah hasil reportasi kami sore kemarin :

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Your Pasif Income

Adsense Indonesia

Domain & Hosting mulai 30rb, Click disini! (The cheapest Domain & Hosting)

hosting