Jelajahi Jember dalam 1 hari anda!

5/07/2013

Menikmati Panorama Pulau Merah

Panorama hotel and Swimming pool sebagai aset pariwisata Pulau Merah


   Liburan dua minggu lalu memang adalah hari libur bagi anak-anak SD karena kelas tempat mereka belajar dipakai untuk ujian Nasional SMA, sehingga siswa diliburkan. Sehingga aku pun menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman, kuto Gandrung Banyuwangi. Sudah lama memang aku tidak pulang ke rumah. Ya, waktu banyak kuhabiskan berada di kota Jember, entah untuk urusan kuliah ataupun bisnis yang kurintis.Dan begitu mendengar kabar bahwa aku akan datang ke rumah, Ana, adik perempuanku sangat gembira. Memang biasanya jika aku pulang aku selalu mengajaknya untuk berjalan-jalan untuk menghiburnya. Maklum ayah dan ibuku adalalah pegawai negeri, sehingga tiap pagi sampai sore mereka harus berada di kantor untuk bekerja. Sedangkan Ana, adikku biasanya jika liburan begini di rumah sendirian menonton TV, terkadang juga dititipkan ke saudara atau ke tetangga yang biasa mengasuhnya dari kecil. 
    Setiba di rumah, ternyata Ana sudah dari tadi pagi menungguku. Sayangnya aku tiba pada sore hari, sehingga agak sedikit kekecewaan di raut mukanya, karena harus menungguku terlalu lama. Untuk menghiburnya, aku pun berjanji esok akan mengajaknya pergi berenang ke kolam renang yang baru saja dibangun di wilayah kami. Dia pun melonjak kegirangan. Tentu saja, harus ada syaratnya, ya dia harus rajin mengaji, shalat dan patuh sama orang tua. Spontan saja sore harinya dia langsung datang mengaji lebih awal, sholat yang biasanya di akhir waktu kini di awal. 
   Keesokan harinya, kami telah bersiap-siap dengan peralatan renang kami. Maklum, Sang Kakak juga hobi berenang, jadi kita kompakan dech. Kacamata renang, baju renang, snack, air mineral, handuk, dsb akhirnya muat juga ke dalam tas ransel hitamku. Sebelumnya kami pun berpamitan dengan Ibu untuk pergi berenang. Ya, kalau Ayahku saat itu tengah pergi ke Jombang, sehingga saat pulang aku belum bertemu beliau. 
    Tak lama setengah jam kemudian, kami sampai di Panorama Agung Hotel & swimming Pool. Namun tampaknya belum ada tanda-tanda kehidupan (baca : pengunjung). Apa mungkin kami datang terlalu pagi? Setelah menuju loket, ternyata ada mbak penjaga. Tiket yang harus kami bayarkan untuk per orang dikenai Rp. 6.000,- saja dan parkir Rp. 2.000,- . Jadi total aku dan Ana dikenal tiket Rp. 14.000. Cukup ramah di kantonglah. Begitu memasuki area wisata, wah... sepi. Ada tiga kolam renang yang segar tengah menyambut kedatangan kami. Serta juga ada dua orang tukang kebun yang sedang bekerja. Sepi. Ya! Pengunjungnya hanya aku dan Ana saja! Ini asyiknya, bisa seperti kolam renang pribadi. Sehingga tak ada yang mengganggu aktivitas renang kami.
dxxxhsshsjsjsj    Bagaimana dengan Ana? Wah, dia sangat senang sekali. Kolam renangnya dilengkapi dengan papan seluncur dan air mancur yang tertata rapi nan menarik. Dia langsung nyeletuk "Mbak, ayuk renang, udah nggak sabar pengen renang...". Aku hanya tersenyum saja. Dia pun berlari menuju kamar ganti dan tak lama kemudian muncul dengan baju renang orange menyala. Sementara aku masih ingin melihat-lihat dulu area permainannya dan menikmati suasana segarnya. Memang, kolam renang ini terletak sekitar 5 km dari pantai Pulau merah dan sebelah kanan, kiri, belakangnya dibatasi oleh area persawahan. Sehingga angin yang berhembus terasa sepoi-sepoi. 
    Fasilitas yang ditawarkan di sini adalah hotel (bayar khusus), 1 kolam renang dewasa yang berwarna hijau daun, 2 kolam renang anak-anak berwarna biru, ayunan, papan seluncur anak-anak, papan seluncur setinggi 10 meter, mushala, cafe, aula, taman bunga dan persewaan ban/baju renang. Tentu saja, Ana langsung menuju kolam renang berwarna biru itu, diceburkan badannya ke dalam air segar itu. Tawa lepas pun mencairkan suasana. Ini seperti liburan privat kami berdua. Kakak dan adek. 
   Akhirnya aku pun berganti baju juga, seperti biasa kacamata renang ungu tak ketinggalan untuk memudahkan menyelam dalam air. Kolam renang dewasa sedalam 175 cm menjadi sasaranku kali ini. Baru kali ini memang aku berenang di kolam renag yang bertegel hijau. Biasanya warna biru muda atau biru laut. Gaya katak menjadi andalanku. Sementara karena gaya bebas masih menjadi tahap pembelajaranku. 
    Pukul 11.00 pun kami menyudahi aktivitas renang, kami sempatkan beristirahat sebentar di ayunan sembari makan roti dan air mineral. Berhubung hari sudah semakin siang, perut pun keroncongan. Lalu kami menuju ke pantai Pulau Merah untuk menikmati semangkok bakso penuh di pesisir panta putihnya.
   
Benar. Tebaanku tak meleset. Abang bakso masih stand by di sana. Maka langsung saja kupesan dua mangkok penuh bakso lengkap dengan siomai, tahu pentol, pentol bakso, gorengan dan lontongnya, plus kuah yang banyak. Aku dan Ana pun menikmati makan siang kami sambil duduk beralas atap genting yang kami temukan di pinggir pantai. Kami pun makan dengan lahapnya. Rasanya tentu saja amat top markotop! Menikmati semangkuk penuh bakso panas sambil memandang pesona pantai pulau merah. Hmmm.. lezis. 
    Kenyang dengan santapan makan siang kami, kami pun beranjak menuju rumah. Langsung pulang saja karena kami belum shalat dhuhur waktu itu. Di tengah jalan aku dan Ana bersenandung ria. Liburan kali ini meskipun dekat dan murah meriah, namun amat menyenangkan.

   "Ana, senang?"
   "Senang. Asyik lho kapan-kapan ngajak Kak Amir ya (adik laki-lakiku)"
   "Oke", kataku sembari melihat senyum Ana dari kaca spion. 

Tags : kolam renang, wisata daerah Banyuwangi, wisata osing, wisata banyuwangi, cara memilih kolam renang, rekreasi keluarga, pesanggaran, pulau merah

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Your Pasif Income

Adsense Indonesia

Domain & Hosting mulai 30rb, Click disini! (The cheapest Domain & Hosting)

hosting